Tak Ada Yang Abadi


Mungkin lagu seperti judul di atas tidak asing lagi di telinga kita. Ya lagu Tak Ada Yang Abadi disenandungkan oleh Peterpan, sebuah paduan irama dan lirik yang bagus untuk diresapi. Bahkan personil Peterpan sekalipun, Ariel tidak abadi mempertahankan karisma dan prestasinya di dunia musik Indonesia. Adapun judul postingan ini, Tak Ada Yang Abadi hanyalah sebuah kata-kata yang harus kita renungkan, bukan hanya sebuah nyanyian oleh Peterpan.

Dua hari yang lalu, seorang tetangga saya yang sebelumnya kelihatan sehat walafiat menghembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit bilangan Jakarta Selatan. Beliau, almarhum meninggalkan seorang istri dan seorang anak yang masih berumur 3 tahun. Memang beliau terlihat sangat kuat dan sehat secara fisik, tetapi setelah saya tanyakan, ternyata beliau mengidap beberapa jenis penyakit yang cukup pantas disebut sebagai Silent Killer, yaitu Diabetes Melitus (Penyakit Gula) dan Hipertensi (Penyakit Darah Tinggi). Mungkin ada juga orang lain yang masih sehat dan tidak mengidap penyakit tertentu meninggal tiba-tiba,tetapi saya mengambil hikmah dari kasus tetangga saya ini.

Apa yang harus kita renungkan dalam hidup, meyakini bahwa kita hanya ada sementara di dunia ini, Tuhan pun telah mengatakan dalam Al Quran bahwa kehidupan yang kita jalani sekarang sangatlah pendek dan tidak sepeser pun jika dibandingkan kehidupan akhirat. Apakah kita masih menyadarinya??
Dengan demikian, semua hal yang ada dalm kehidupan ini juga tidak kekal atau abadi. Karena tidak ada yang kekal selain kuasa Nya dan diri Nya.

Seringkali kita lupa, bahwa kita elalu mempertahankan dan melihat sesuatu seakan-akan menganggap bahwa itu adalah hak kita, hanya kita yang pantas memiliki dan merasakannya, dan kita bangga atas hal yang kita miliki dan kuasai. Kita terbuai dan terlena akan kesombongan dan kita akan menghalalkan segala cara untuk meraih kesombongan itu sementara secara alamiah dan kemampuan kita tidak sanggup dan bertentangan dengan hati nurani yang paling dalam.

Usaha, tindakan dan imbalan atas apa yang kita inginkan merupakan anugrah dari Nya. itu adalah pertanda bahwa Dia menyayangi kita (sehingga kita harus selalu mengingat Nya) atau hanya menguji kita (untuk kembali mengingat Nya disaat kita mulai melupakan Nya). Boleh, kita boleh bermimpi dan bercita-cita setinggi-tingginya, tapi ingatlah apabila kita berhasil meraihnya, itu hanyalah sementara, tak akan abadi, karena itu milik Nya,milik Allah...Subhanallah.

Find It