Kadang kesalahan adalah petunjuk

Ada sedikit hikmah yang bisa kuambil belakangan ini. Keadaan pekerjaan dan penghasilan yang belum tetap dapat membuat seseorang mengambil tindakan yang belum dipikirkan dengan sangat matang terlebih dahulu. Apalagi dengan keadaan dimana dia menjadi seorang kepala rumah tangga dan memiliki anak. Kecukupan kebutuhan dan kebahagiaan keluarga adalah segalanya. Sehingga iming-iming pekerjaan yang tetap dan ”gengsi” pekerjaan yang bagus membayangi pikirannya.

Namun beberapa pengorbanan siap dilakukan untuk sesuatu yang ”menjanjikan” itu, seperti halnya meninggalkan keluarga sementara waktu, hidup di negeri yang tidak begitu dikenal olehnya atau menemui orang-orang baru dengan berbagai latar belakang, bahkan rela meninggalkan ”penghargaan” atas pekerjaan sebelumnya.

Setelah menjalani satu hari, dua, seminggu ternyata apa yang dia bayangkan selama ini tidak sesuai dengan kenyataan. Terpisah dari istri tercinta dan anak-anak tersayang, penghasilan yang tidak begitu ”tinggi”, dua kehidupan yang harus dijalani dan dibiayai, pekerjaan yang tidak sesuai dengan hati nurani. Barulah kesadaran itu muncul, ternyata keputusan itu salah, salah memilih pekerjaan, salah karena jauh dari keluarga, salah karena mengingkari kemuliaan profesi, salah karena menjadi orang gajian terus.

Tapi itu semua menjadi hikmah untuk membuka langkah baru ke depan. Pemikiran menjadi tajam untuk berani mengambil resiko, walaupun kegagalan sedikit menghantui, tetapi apa yang belum dicoba tidak pernah bisa dibuktikan. Dokter tetaplah seorang dokter, pengacara tetaplah seorang pengacara, guru tetaplah seorang guru, pekerjaan lain hanyalah sebuah sampingan (pekerjaan kedua) bagi sebuah profesi yang sesuai dengan hati nurani.

Ada yang lebih baik diatas yang baik. Kesalahanku adalah karena tidak memikirkan sesuatu dengan matang, kesalahanku adalah tidak bisa jauh dari istri dan anakku, kesalahanku adalah tidak bisa meninggalkan profesi muliaku, kesalahanku adalah ketakutan akan masa depanku, tapi dengan kesalahanku itulah aku harus bangkit, aku harus berani mengambil resiko, aku harus menguatkan keimananku kepada Allah

SWT, aku harus mendengarkan hati nuraniku dan aku harus berhasil dalam setiap tindakanku. Kesalahanku adalah Petunjuk bagiku.

0 comments:

Find It