Bagaimana Caranya Menjadi Orang yang Berwibawa?

Beberapa hari yang lalu ada seseorang yang menanyakan kepada saya, bagaimana caranya menjadi berwibawa? Saya kaget, dan kembali bertanya kenapa dia menanyakan hal itu kepada saya, apakah menurut dia saya orang yang berwibawa, sementara menurut saya sendiri TIDAK.

mungkin kita perlu telusuri arti kata tersebut "ber-wibawa"

wi·ba·wa n 1 pembawaan untuk dapat menguasai dan mempengaruhi dihormati orang lain melalui sikap dan tingkah laku yg mengandung kepemimpinan dan penuh daya tarik: dng penuh -- pemimpin itu berhasil menenangkan massa yg gelisah; 2 kekuasaan; ber·wi·ba·wa v mempunyai wibawa (sehingga disegani dan dipatuhi): seorang pemimpin haruslah ~; ke·wi·ba·wa·an n 1 hal yg menyangkut wibawa; yg mempunyai sifat wibawa: peristiwa pemogokan pekerja pabrik itu dapat mengurangi ~ direkturnya; 2 Huk kekuasaan yg diakui dan ditaati
diambil dari Kamus Besar Bahasa Indonesia

Sudah jelas kalau awalnya adalah pembawaan, kemudian perlu kita tahu apakah pembawaan itu merupakan "pembawaan" dari lahir atau melalui proses pembelajaran. Wibawa adalah sebuah anugrah dan karisma. Ada seseorang yang dari wajahnya saja sudah membuat orang hormat dan mau mendengar perkataannya walaupun belum diketahui latar belakangnya.Ada kalanya wibawa itu muncul karena dia punya jabatan atau profesi tertentu. Wibawa yang sudah muncul sejak kecil ditambah dengan sikap,perbuatan dan prestasi yang menunjang merupakan wibawa yang sempurna dan tidak semua orang mendapat anugrah tersebut.

Bagaimana melatih sifat wibawa?Orang yang cenderung suka berorganisasi dan sering menjadi pemimpin adalah orang yang mengenal banyak karakter manusia.Dengan mengenal banyak karakter,kita akan mudah untuk memulai atau menangkis perkenalan dan pembicaraan dengan seseorang. Berikut saya coba menguraikan latihan untuk menjadi orang yang berwibawa berdasarkan pengalaman dan pembelajaran terhadap orang lain.
  • Kenalilah diri anda sendiri,cari kelebihan dan kekurangan yang anda miliki.Manfaatkan kelebihan anda semaksimal mungkin dan hilangkan atau tutupi kekurangan anda serapi mungkin.Misal: Kelebihan anda:anda suka membaca,maka bacalah buku-buku biografi orang hebat dan pengetahuan umum ter-update sehingga anda mempunyai bahan untuk memulai pembicaraan atau minimal ikut serta dalam pembicaraan. Kekurangan anda: pendiam,hilangkan dengan memulai menyapa orang lain,sehingga dengan latihan yangs ering, akan muncul percakapan-percakapan yang menarik dengan diawali sapaan.
  • Belajar untuk menjadi pendengar,jangan mau didominasi dan jangan mendominasi.Seperti main bola,anda harus tahu kapan menyerang dan kapan harus bertahan,begitu juga kapan anda harus membagi bola kepada teman anda.
  • Bergaullah dengan semua golongan,jangan anggap sebelah mata gelandangan dan preman dan jangan selalu mengagung-agungkan pejabat.Kenali karakter semua orang,dari anak-anak sampai tua.Dari berbagai profesi maupun latar belakang agama dan status ekonomi berbeda.Ada kalanya anda akan mengalami penolakan dari beberapa pihak,tapi itulah pembelajaran.
  • Kuasai bidang anda,jangan sampai anda tidak tahu apa yang anda kuasai,minimal pandailah berdalih ke topik lain yang benar.
  • Jujurlah terhadap hal yang harus jujur dan berbohonglah untuk hal yang benar-benar harus dibohongi. (Ada tulisan lebih lanjut di postingan berikutnya)
  • Tatap diantara kedua mata lawan bicara anda dan latihlah untuk memasang wajah serius tapi tidak menakutkan.Bagaimana caranya?Jangan membayangkan untuk tersenyum,anggap diri anda sedang menerima pelajaran kuliah atau ekspresi anda dimarahi tetapi tidak menunduk,atau ekspresi disaat anda menerima kritikan dan punya jawaban akan kritikan anda tapi menunggu waktu untuk mengeluarkannya di waktu yang tepat.Jangan samakan ekspresi wibawa dengan ekspresi marah.
  • Cukup berbicara seperlunya,kecuali lawan bicara anda berusaha untuk menguji kemampuan anda,keluarkan apa yang anda miliki dan sesekali dominasi pembicaraan.
  • Jangan mau kalah bukan berarti tidak mau kalah.Ada saatnya kita harus terdiam dan membenarkan pendapat orang lain dan menerima kekalahan kita,tetapi itu semua terjadi kalau kita sudah ber-argumen dan mempertahankan pendapat kita dengan cara yang tepat.Berarti kita kalah dengan terhormat.
  • Menghargai orang lain lebih dahulu sebelum kita dihargai.
  • Minta petunjuk dan bimbingan Allah dalam bertindak.
Mungkin itu hanya sedikit tips,sehingga saya berpendapat bahwa wibawa juga bisa dipelajari.Kalau ada yang tidak sepaham,silahkan kasih komen yah.

image from 123rf.com

Find It