Mengukur Kasih Sayang Tuhan

Mungkin kita pernah bertanya kepada diri sendiri atau sempat terucapkan kepada orang lain, bahwa Tuhan tidak sayang kepada kita, buktinya kita yang selalu menjalankan ibadah dan selalu berdoa serta berusaha, kesuksesan dan kelimpahan materi tidak juga kunjung datang. Sementara mereka yang melupakan ajaran agamanya atau jauh dari Tuhannya, sangat berhasil dalam menjalankan pekerjaan bahkan bisa meraih harta dan posisi yang tinggi.

Sejenak kalau keimanan kita kurang atau terasa "hambar", pastilah kita mengaminkan pernyataan tersebut. Yang perlu kita sadari bahwa Allah SWT menyayangi semua makhluk ciptaannya, mulai dari mikroorganisme sampai sebesar gajah sekalipun (tak luput manusia), begitu juga dengan hal-hal gaib yang Dia ciptakan.

Tetapi kita tidak sanggup mengukur kadar kasih sayang yang Dia berikan ke masing-masing ciptaan-Nya.Hanya Dia yang Tahu. Allahu Akbar. Dalam Al Quran dan Sunnah Rasulullah berkali-kali dicantumkan bahwa balasan kasih sayang yang diberikan hamba-Nya kepada Allah bukan hanya di dunia tapi juga akherat kelak,bahwa ada kehidupan yang lebih kekal setelah kehidupan dunia ini. Semua amal ibadah dan ketakwaan yang kita miliki dan kita persembahkan dengan mengharap Ridho-Nya sudah terekam dalam Kekuasaan Allah.

Kenapa diciptakan langit tujuh lapis dengan tujuh tingkatan surga dan tujuh tingkatan neraka?Apakah itu salah satu cara untuk mengukur kasih sayang Allah?Apakah kelak di surga yang lebih tinggi dan lebih dekat dengan Allah berarti kita lebih disayang Allah? Allahuwalam. Dan bagaimana kita bisa mendapat kasih sayang Allah sebesar yang Rasulullah Muhammad SAW dapatkan?Memang tidak mungkin kita sesempurna beliau,tapi kita bisa mendekati akhlak beliau dengan mengamalkan setiap ajaran Islam lewat wahyu-Nya dalam Al Qur'an dan perkataan,perbuatan serta sifat Rasul-Nya dalam Al Hadist.

Bagaimana dengan orang yang menjauhi-Nya tadi dan meraih kesuksesan? Sebenarnya itu adalah cobaan, Allah mengabulkan segala keinginannya dalam waktu singkat dan menguji sejauh mana rasa syukur dan keimanan mereka terhadap Nya. Apakah mereka ingat akherat atau hanya memuaskan nafsu dunia. Ada 7 lapis surga dan 7 lapis neraka yang menunggunya abadi kelak.

Jangan pernah putus asa,j angan pernah menyalahkan Allah karena Dia tidak pernah salah. Instrospeksi diri kita, apakah kita sudah menyayangi-Nya sebelum menuntut Dia menyayangi kita. Subhanallah.

Marhaban ya Ramadhan.

Kelahiran Putra-Ku

(bukan foto Cello,tunggu di upload yah)
Alhamdulillah, akhirnya ada sedikit waktu untuk mencurahkan cerita kelahiran putraku.
Sebenarnya taksiran partus (TP) kehamilan Fika Lidya istriku tanggal 23 Agustus 2008, karena jarak kehamilan yang kurang 2 tahun dari kehamilan pertama lewat operasi Caesar juga, maka dr. Al Fathdry merencanakan untuk mempercapat kelahiran 2 minggu sebelum TP,setelah kita ancang2 dapatlah tanggal 08-08-08 hari Jumat.Namun karena taksiran berat anak (TBA) sudah mencapai 3500 gram pada kontrol terakhir tanggal 28 Juli 2008 dan Fika sering sakit-sakitan,maka dijadwalkan operasi dipercepat,semula dokter menyarankan besoknya,tanggal 29,tapi istri tercintaku masih takut, trauma ata operasi yang pertama.Dan kita putuskan operasi hari kamis 31 Juli 2008 yang bertepatan dengan tanggal kelahiran Papinya.

Alhamdulillah,Hari Kamis tanggal 31 Juli 2008 jam 8.50 WIB lahirlah putra kedua kami (sebagai kado ulang tahun teristimewa-ku) dengan operasi sesar (secsio caesarian) dengan Apgar Score 8/9 Berat Badan 3500 gram,Panjang Badan 49 cm,Lingkar Kepala 33 cm dan jenis kelamin Laki-laki.

Dan bayi mungil itu diberi nama M Fawwaz Maxellio Putra Alberto (panggilan CELLO),namun kami berencana menggantinya menjadi Pangeran Fawwaz Maxellio Putra Alberto (ntar di akte kelahirannya aja diganti). Walaupun sempat mengalami ikterik (kuning) karena bilirubinnya tinggi, tapi secara keseluruhan Cello dalam keadaan sehat. Dan produksi ASI maminya pun cukup banyak,sehingga Cello mendapatkan ASI (ditambah susu formula juga), tidak seperti Sylla, kakaknya dulu waktu masih bayi.

Terima kasih kepada ALLAH SWT,para malaikat,Dr Al Fatdhry,bidan dan perawat serta manajemen RS Salak Bogor, Opa dan Oma di Padang,Oma Nel,Papa Erick,Papa Welly,Papa Tony,Bunda Mutia,Tante Lisa,Pak De Wahyu begitu juga atas kunjungan dari Dr Mairunzi, Dr. Daus Dikar dan Donna (istri), Dr Firman, Farah dan Amin, Henny, Cik Warung. Dan semua pihak yang tidak bisa disebutkan satu persatu.

Foto dan berita terbaru Cello menyusul.

Find It