Setelah Jadi Dokter Mau Apa?

Melanjutkan tulisan sebelumnya. Praktek Dokter VS Pangkalan Ojek, dimana beberapa orang akan menganggap tulisan tersebut merupakan pesimisitas atas profesi dokter,khususnya dokter umum adalah tidak benar. Itu hanyalah gambaran sebuah kenyataan yang muncul pada profesi tenaga kesehatan saat ini.
Sebelum membahas lebih jauh, seperti tulisan-tulisan saya sebenarnya, tolong bagi para calon dokter atau tamatan SMU berpikir ulang dan memahami dulu buat apa dia sekolah tinggi2 untuk menjadi dokter.Kalau jawabannya yang ini:
  • Ingin cepat kaya
  • Ingin terkenal dan ikut2an tren karna profesi dokter itu keren dan atau hanya dipaksa orang tua
Please, tolong berpikir dua kali sebelum memilih profesi mulia ini.
Note: Baca juga tulisan saya tentang How to Make Patient Love Doctor

Sebenarnya tidak usah panik,bagi calon dokter atau siswa yang benar-benar ingin menjadi seorang dokter. Walaupun dokter sudah banyak dan peraturan kedokteran yang kian ketat,ada beberapa hal yang perlu disikapi seandainya kita selesai pendidikan dokter nanti.Apa yang kita lakukan dan apa yang harus kita usahakan (atau bahasa kasarnya mau jadi apa nantinya selepas tamat dokter)
  1. Seandainya orang tua anda memiliki tabungan yang cukup, tidak usah repot mencari kerja atau mebuka praktek, tapi segera lanjutkan ke jenjang spesialis (karena "peluang" dokter spesialis dibanding dokter umum cukup "terbuka lebar"),baik di dalam maupun di luar negri, nanti di tulisan berikutnya kita bahas mengenai spesialisasi di dalam dan luar negri (kalau bahan tulisannya udah cukup yah hehe..)
  2. Kalau anda masih ingin juga melanjutkan ke jenjang spesialis dan tidak punya dana memadai,coba usahakan donatur perorangan atau daerah,biasanya daerah-daerah terpencil atau daerah otonomi baru membutuhkan dokter-dokter spesialis untuk daerahnya dan bersedia membiayai sekolah spesialis sampai tamat, tapi tetap juga anda harus menjalani seleksi. Atau usahakan mencari informasi dan mengikuti beasiswa2 yang ditawarkan baik di dalam maupun luar negri (biasanya S2 kesehatan sih,spesialis susah).
  3. Kalau anda ingin bekerja langsung di klinik atau rumah sakit swasta atau membuka praktek sendiri, silahkan ikuti ujian kompetensi terlebih dahulu untuk mendapat Surat Tanda Registrasi (STR) sebagai salah satu sarat utama mengurus Surat Izin Praktek (SIP) yang harus dimiliki seorang dokter sebelum berpraktek, ingat sekarang Undang Undang Kedokteran sudah berlaku,anda bisa dihukum apabila tidak punya SIP (makin susah kan jadi dokter sekarang,nih salah satu contohnya). Untuk bekerja di klinik-klinik atau rumah sakit swasta biasanya ada yayasan atau sebuah koordinator yang bisa menyalurkan ke klinik mana yang membutuhkan dokter, kalau membuka praktek sendiri usahakan di tempat yang agak terpencil dan jauh dari pusat kesehatan tetapi ramai penduduknya,biasanya pasien akan meningkat sendirinya,apalagi pelayanan dan pergaulan anda sangat baik terhadap masyarakat. Sudah banyak senior dan teman saya berhasil dengan penghasilan 8 digit sebulan (menyamai dokter spesialis bukan!)
  4. Jadilah dokter Pegawai Tidak Tetap (PTT) atau ikut seleksi Pegawai Negri Sipil (PNS), karna ini salah satu cara untuk mendapatkan pekerjaan tetap atau PTT dulu sementara memikirkan pekerjaan apa yang akan dijalani selanjutnya, apalagi kalau untuk PTT sekarang,khususnya di daerah sangat terpencil, ada tunjangan dan insentif yang cukup besar disamping kita bisa membuka praktek untuk ditabung sebagai bekal setelah masa PTT habis. Kalau PNS merupakan cara aman untuk bekerja tetap dan meningkatkan karir di jalur struktural dan akademisi, tapi tetap harus dites juga.
Update:
  • Kalau anda tidak terlalu idealis dalam memahami profesi dokter yang selalu mengobati orang sakit,masih banyak bentuk profesi lain bagi dokter (tamatan dokter) seperti dokter perusahaan,dokter asuransi,product manager perusahaan obat atau medical adviser beberapa perusahaan.Disamping itu aja juga dokter offshore, Non Government Organization dan lainnya.
Sebenarnya masih ada jalan lain ke Roma,maksudnya masih banyak peluang bagi dokter umum untuk berhasil, asal ikuti saja semua peraturan yang berlaku dan siap-siap menyikapi perubahan peraturan bagi dokter setiap saat.

Bagaimana dengan dokter yang berbisnis? tunggu di tulisan berikutnya yah...:)

0 comments:

Find It