Praktek Dokter VS Pangkalan Ojek

Note: Gak ngerti nih,kenapa blogspot gak bisa upload foto untuk saat ini yah?yah terpaksa postingan berikut ini tanpa foto, padahal udah disiapin loh foto dokter vs tukang ojek yang lumayan menarik.

Sebelumnya saya mohon maaf,bukan maksud tulisan ini menyinggung bahkan meremehkan suatu profesi yang mulia,yaitu profesi Dokter dan profesi Tukang Ojek.Bayangkan aja kalau salah satu dari mereka tidak ada di muka bumi ini,apa yang bakalan terjadi. Berhubung saya sendiri adalah seorang Dokter Umum dan sering naik Ojek,saya pikir pantas untuk memunculkan tulisan ini di hadapan publik.

Dulu profesi kedokteran adalah profesi yang langka,unik,cerdas,berwibawa dan sangat dihormati. Tidak semua orang bisa dan "pantas" menjadi dokter, seiring berlalunya waktu (khususnya di Indonesia), dimana awalnya profesi dokter itu "identik" dengan profesi yang mulia dan kaya,maka berbondong-bondonglah masyarakat menyekolahkan anaknya di sekolah kedokteran, ditambah lagi dengan begitu mudahnya universitas2 swasta membuka fakultas dan program studi kedokteran umum, sehingga bak gayung bersambut,menjamurlah profesi kedokteran dan tenaga kesehatan lainnya di Indonesia.

Hal ini sebenarnya sangat bagus dan menyenangkan hati masyarakat,di samping mereka bisa memilih dokter yang bagus, mencari dokter yang tidak jauh dari tempatnya,atau malahan suatu "bingkisan dari langit" apabila para dokter-dokter tadi ditempatkan pada daerah yangs sangat terpencil, sulit terjangkau sementara masyarakatnya sangat menunggu kehadiran dokter. Memang program pegawai tidak tetap (PTT) yang dicanangkan Departemen Kesehatan cukup berhasil dengan insentifnya yang cukup menggiurkan bagi dokter-dokter umum,namun tidak semua kuota dokter yang terpenuhi oleh daerah yang tersedia, dan tidak semua dokter yang mau mengabdi ke daerah tertentu, kecuali dia Putra Daerah.

Alhasil,dokter-dokter umum dan tenaga kesehatan menumpuk di kota-kota besar,hanya sedikit yang mengambil jalur untuk membuka praktek di daerah yang agak terpencil dari kota (yang pada umumnya berhasil dan "kaya").

Bagi mereka yang tidak mau susah dan jauh dari kehidupan "wah" di kota besar,mereka malah membuka praktek di pinggir jalan-jalan raya di kota besar dan sudah bisa ditebak....Beberapa saat yang lalu saya pulang dari Depok (Depok II Timur) dan ada suatu jalan (kalau tidak salah jalan keadilan) dimana hampir 50-100 meter kita temaui praktek dokter berdampingan dengan praktek bidan,klinik swasta,rumah bersalin dan rumah sakit swasta. Hampir bersamaan setiap 50-100 meter juga saya lihat pangkalan ojek atau ojek-ojek liar yang parkir.

Saya bertanya dalam hati, apa sebegitu suramkah profesi dokter sekarang.
..........bersambung.......
Cerita berikutnya: Setelah Jadi Dokter Mau Apa.

0 comments:

Find It