Menatap Masa Depan Yang Lebih Baik

Ada suatu hikmah yang menarik setelah saya ditelpon oleh salah satu sahabat saya dr.Lillah Fitri (tidak ada link) beberapa hari yang lalu. Dia adalah seorang dokter yang sudah bekeluarga,perempuan dan mempunyai seorang anak yang masih balita.Teman saya ini sudah mencoba berbagai pekerjaan,mulai dari klinik 24 jam,perusahaan dan sebagai Pegawai Tidak Tetap aatu dokter PTT. Dan dia punya satu impian yang sangat ingin diwujudkan yaitu melanjutkan pendidikan ke jenjang spesialis bagi profesi dokter.Dan saat ini dia masih berjuang untuk itu.

Ada teman-teman yang beruntung saat ini sedang menjalani pendidikan spesialis seperti Dr.Roni Eka Sahputra yang sudah stase dimana-mana (baca juga cerita stase bedahnya di Aceh di blog penyejuk hatinya) dan mereka memang berbiat dan bersungguh-sungguh untuk menjalani pendidikannya.Tapi yang agak "unik" dari pernyataan teman saya Dr.Lillah adalah bahwa tujuan dia ingin mengambil spesialis salah satunya adalah untuk merubah taraf hidup ke arah yang lebih baik. Mungkin ada benarnya juga, jadi ingat waktu kontrol kehamilan istri saya seminggu yang lalu ke salah satu senior ahli kandungan Dr.Al Fathdry SpOG, yang nongkrong dengan new Honda Civic 2008 hitam baru (plat bulan 5-2013) di praktek sorenya,padahal dia baru berpraktek 4-5 tahunan ini dan sebelumnya sudah memiliki Honda CRV (kebetulan nih doyan merk Honda), disamping cerita salah satu sejawat bahwa penghasilan dia 9 Digit Rupiah PerBulan (Woww...)

Oke,itu sekedar contoh.
Sebenarnya masa depan yang lebih baik itu bisa kita simpulkan sebagai berikut:

  1. Memiliki keluarga Sakinah,Mawadah,Warrahmah
  2. Mapan dalam pekerjaan (tidak freelance seperti saya hehe)
  3. Mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari atau malah lebih
  4. Punya tabungan untuk hari tua dan masa depan anak
  5. Memiliki koneksi,relasi dan kerabat yang baik,dan selalu menjalin silaturrahmi
  6. Mampu memberikan pendidikan yang berarti buat anak-anak,baik agama maupun non agama,dan harus lebih baik dari kita.
  7. Telah mengabdikan ilmu yang dimiliki dan merasa puas dengan pekerjaan yang telah dijalani
  8. Sangat minimal mengeluhkan kehidupan,karena kehidupan dunia hanyalah sementara
  9. Meningkatkan ibadah dan syukur nikmat atas rezki dari-Nya
  10. Tidak pernah berhenti untuk berusaha dan selalu berusaha
  11. Efek dari semuanya adalah menjadi lebih dikenal di dalam masyarakat.
Dan tidak gampang untuk mewujudkan itu.Ada beberapa contoh kasus berikut:
  • Teman saya pernah terusir dari pekerjaannya,dia selalu berdoa dan berani mengambil resiko untuk memulai suatu pekerjaan baru sesuai profesinya,dengan keyakinan kuat dan dukungan Allah,dia terus berjuang dengan modal pinjaman dari teman yang lain,usaha yang dia rintis belum mendapatkan hasil dalam satu bulan pertama,kemudian dia terus berusaha dan memasuki bulan kedua mulai ada kemajuan,selanjutnya dalam 1 tahun dia mampu bekerja dengan sedikit santai (tapi tetap professional) dan penghasilannya sudah 8 digit rupiah sebulan di usia Muda.
  • Senior saya sudah memiliki usia hampir dibatas usia sarat melanjutkan pendidikan spesialis (35 tahun) dan Indeks Prestasi Kumulatif(IPK)nya benar-benar "tidak bagus",dia mencoba beberapa kali ujian spesialis dan tidak lulus,dia pernah menangis dan mengeluh,tapi tidak pernah putus asa dan selalu berusaha. Dan memutarbalikkan hinaan para teman-temannya,sekarang dia sudah menjalani pendidikan spesialis (setelah 4 kali mencoba) di salah satu FK Universitas favorit di Indonesia.
Jadi kuncinya untuk bisa meraih masa depan yang lebih baik adalah, NIAT,BERANI AMBIL RESIKO,BERUSAHA TERUS,DOA,TINGKATKAN KEMAMPUAN,JANGAN PUTUS ASA. Sesuai QS Al Hujurat ayat 11 "Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum,sebelum dia sendiri merubah keadaannya"

1 comments:

Daniel Witanto said...
on

Tetap berjuang dan pantang menyerah, dan Tuhan pasti berikan yang terbaik bahkan lebih dari yang kita bayangkan

Find It