Mitos Tentang Seks Dan Kehamilan

Anda mungkin sering mendengar cerita-cerita lama tentang cara-cara "aneh" mencegah supaya seseorang tidak hamil. Berikut ini ada beberapa mitos tentang kehamilan:
- Anda tidak akan hamil apabila anda melakukan hubungan seks sambil berdiri
- Anda tidak akan hamil apabila anda pertama kali melakukan hubungan seks
- Anda tidak akan hamil apabila anda berlompat-lompat setelah berhubungan

Sekarang, beri tanda „X“ untuk semua pernyataan tersebut. SALAH. Mitos tentang kehamilan dan „cara-cara aneh“ ini telah diturunkan selama bertahun-tahun. Baik laki-laki maupun perempuan, anda harus tahu kebenaran tentang seks dan mitos kehamilan ini, sehingga dapat melindungi diri anda dari kehamilan yang tidak diinginkan dan penyakit menular seksual (PMS)

Pertama, mari kita review pengetahuan anda tentang reproduksi manusia. Penting untuk diingat bahwa sperma adalah organisme yang sangat pintar. Mereka dirancang dari poin A (laki-laki) ke poin B (perempuan). Sperma memiliki otak sendiri, dan yang ingin mereka lakukan hanyalah cara untuk mencapai sel telur wanita (ovum). Mereka bertindak dengan segala upaya yang mungkin bisa dilakukan. Bahkan mereka dapat bertahan hidup beberapa hari dalam rahim.

Mitos tentang Kehamilan; Silangkan Jari anda, atau Kaki Anda?
Salah satu mitos yang terdengar pada beberapa remaja, ialah mereka percaya “jika saya tidak melakukan ejakulasi dalam vagina, maka pasangan saya tidak akan hamil“ Atau „Jika saya membuang sperma diluar atau membuang didalam untuk beberapa saat, maka pasangan saya tidak akan hamil“.
Pendapat yang SALAH. Tahukah anda? Terjadi sesuatu sebelum seorang pria ejakulasi. Terdapat cairan yang keluar dari penis sebelum seorang pria ejakulasi. Cairan ini mengandung sperma, dan sperma tetap berjuang sampai mereka mendapatkan sel telur. Jika cairan/semen ini terdapat di sekitar penis (ujung saluran) dan berkontak dengan bagian dari vagina, akan beresiko untuk terjadinya kehamilan.

Sebagian pasangan menggunakan “metode berkala” dalam mencegah kehamilan, dimana mereka mencoba berhubungan seks hanya di saat periode “aman” dari siklus menstruasi bulanan seorang wanita. Namun juga terdapat kemungkinan tertular penyakit seksual (PMS), jika mekakukan hubungan seks yang tidak aman.
Banyak sekali muncul mitos tentang seks dan kehamilan. Berikut ini beberapa yang sering kita dengar. Kadang, beberapa hal terdengar lucu, tetapi sangat mengherankan kalau nyata-nyata ternyata diyakini oleh sebagian orang;

Mitos Kehamilan: Berhubungan seks sambil berdiri mencegah untuk tidak hamil.
Kenyataan: Salah. Melakukan hubungan seks ke dalam vagina dalam posisi apapun akan menyebabkan kehamilan.

Mitos Kehamilan: Jika si wanita “meloncat-loncat” setelah berhubungan seks, dia tidak akan hamil.
Kenyataan: Salah. Mau melompat-lompat dengan gaya apapun yang anda mau,jika satu sperma sudah bertemu dengan satu sel telur, pasti: Hamil.

Mitos Kehamilan: Jika si wanita tidak mencapai orgasme (puncak), dia tidak akan hamil.
Kenyataan: Salah. Sel telur wanita tetap bisa dibuahi walaupun tidak terjadi orgasme.

Mitos Kehamilan : Berhubungan seks di dalam air akan mencegah anda dari kehamilan.
Kenyataan: Salah lagi! Beberapa sperma yang berkontak dengan vagina, tetap meningkatkan resiko untuk hamil. Jika suhu air sesuai, sperma dapat bertahan hidup di luar tubuh untuk beberapa menit. Banyak juga bayi yang lahir sekitar sembilan bulan setelah seorang pria dan wanita berhubungan seks sambil berenang di danau atau laut.

Mitos Kehamilan: Seorang wanita tidak akan hamil apabila berhubungan seks selama siklus haid mereka.
Kenyataan : Sekali lagi,Tidak Benar. Ingat, sperma dapat bertahan sampai satu minggu dalam rahim wanita.

Mitos Kehamilan: Membilas atau mencuci vagina setelah berhubungan seks akan mencegah dari kehamilan.
Kenyataan: Tidak. Ingat, sperma dirancang untuk melakukan satu hal yaitu membuahi sel telur. Walaupun vagina dicuci sehabis berhubungan seks, tidak akan mencegah anda untuk hamil.

Bagaimana Mengontrol Kehamilan?
Jika anda seseorang yang aktif melakukan hubungan seks atau berencana untuk menjadi aktif, bicarakan dengan Dokter anda bagaimana supaya tidak hamil dan melahirkan. Cara untuk mengontrol kehamilan dan melahirkan bisa berupa minum obat pil, suntik KB, atau obat jangka waktu lama yang diletakkan di bawah kulit (implan)
Kondom memiliki bentuk yang bermacam-macam. Yang terbaik adalah yang mengandung spermatisida, yang membantu untuk mengurangi resiko hamil. Kondom juga cara terbaik untuk mengurangi penularan sebahagian tapi sayangnya tidak seluruh Penyakit Menular Seksual (PMS).
Walaupun dengan metoda terbaik menggunakan hormon dalam mencegah kehamilan, seperti pil dan suntikan—bahkan jika digabung dengan kondom—tetap ada resiko untuk hamil atau mendapat PMS. Langkah terbaik (memilih untuk tidak melakukan seks yang tidak jelas) merupakan satu-satunya cara yang pasti untuk mencegah kehamilan dan PMS.

Apa itu Penyakit Menular Seksual (PMS)?
Selain akan menjadi hamil, terdapat resiko serius lainnya dalam berhubungan seks.
PMS menyebar melalui kontak seksual. Penyakit ini termasuk human papilloma virus (HPV), chlamydia, trichomonas, gonorrhea, herpes, syphillis dan HIV (Human Immunodeficiency Virus, organisme yang menyebabkan AIDS). Diperkirakan sekitar 3 juta remaja mendapat PMS setiap tahun.
Anda juga beresiko mendapat PMS melalui oral atau anal seks. Beberapa PMS dapat menyebabkan kerusakan yang serius bagi tubuh, menyusahkan dalam mengobati infeksi, berbekas, infertil dan kanker servik (pangkal rahim) atau kanker rahim.

Pelvic Inflammatory Disease (PID) atau penyakit peradangan tulang selangka banyak diakibatkan oleh infeksi chlamydia dan atau gonorrhea pada wanita muda. Dan ini merupakan penyebab terbanyak kemandulan karena penyakit ini dapat mengakibatkan skar/bekas luka di tuba fallopi (saluran ovarium), yang menghambat sel telur mencapai rahim. Tapi kadang-kadang sel telur ini tetap dapat dibuahi oleh sperma yang berenang melewati hambatan tadi. Tapi akan menadi kehamilan beresiko/bukan di rahim (kehamilan ektopik).
Beberapa PMS dapat diobati, yang lain, seperti herpes dan HIV tidak dapat diobati.

Gambaran Kehamilan Yang Tidak Direncanakan
Setiap tahun, terdapat hampir 800,000 remaja hamil di USA. 74% sampai 90% merupakan kehamilan yang tidak direncanakan.
Kehamilan remaja ini mengakibatkan seseorang menjadi bapak muda atau ibu muda. Statistik menunjukkan wanita muda yang hamil cenderung memiliki sedikit kesempatan untukmelanjutkan pendidikannya. Kebanyakan keluar dari sekolah untukmengurus anakmereka.
Perlu diingat, sebenarnya sangatlah mudah untuk hamil dan menderita PMS. Jika anda seseorang yang aktif secara seksual, praktekkan seks yang aman dan sehat serta bicarakan dengan seseorang yang anda percayai mengenai resiko yang mungkin terjadi. Kunjungi klinik atau Dokter anda untuk membantu berfokus dalam mencegah kehamilan dan PMS.

2 comments:

Anonymous said...
on

*NUMPANG LEWAT
Hey Para kaum Pria.. Apakah pasang sering mengeluh atau Anda merasa kurang berstamina bila dekat pasangan... GAMPANG!
Semua bisa kamu dapatkan via handphone kamu,
tips2 dan treament2
untuk membantu semua masalah kamu yg bs kamu lakuin di rumah. Caranya
ketik REG BUGAR kirim ke 9789(khusus Telkomse yach) Jadi silakan mencoba...

vhie said...
on

thx bgt infox... sangat bermanfaat

Find It